Takut Keluar Rumah, Minat Belanja Online Meningkat di Tengah Pandemi

Dunia masih terus berperang melawan virus corona, termasuk Indonesia. Virus yang pertama muncul di China tersebut kini perkembangannya makin meluas di Indonesia. Sebagaimana yang  disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto (Yuri), data per Kamis (15/04), angka positif COVID-19 di Indonesia kini sudah tembus lima ribu kasus.

Jumlah positif COVID-19 yang terus meningkat, membuat pemerintah terus berupaya menekan jumlah penyebaran melalui bebagai kebijakan seperti himbauan untuk melakukan segala aktivitas di rumah yakni belajar, bekerja, dan beribadah. Sujud diatas karpet masjid, duduk diatas bangku sekolah, bekerja dibawah atap kantor. semua dilarang sementara waktu.

Tak cukup hanya itu saja, bahkan diketahui telah ada 10 daerah yang menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sebagai upaya untuk memutus tali penyebaran COVID-19. Semua harus berjarak aman, bahkan saat sholat di masjid pun jarak jamaah yang sholat diatas karpet masjid juga harus diperhatikan.

Kebijakan-kebijakan diatas  semakin membuat aktivitas masyarakat diluar rumah terbatas. Banyak aktivitas yang mudah dilakukan di hari normal namun kini sulit dilakukan seperti belanja secara langsung ke pasar atau super market. Selain makin sedikit orang yang berjualan, orang-orang pun takut untuk keluar rumah dan berada di tempat yang ramai.

Maka dari itu, saat ini orang yang memilih untuk berbelanja online karena dirasa  lebih mudah, cepat, banyak pilihan, dan yang paling penting tidak perlu keluar rumah hingga berada di tempat  berkumpul dengan orang banyak.

Ditengah situasi ini, tentu menciptakan sebuah peluang bagi e-commerce atau online shop untuk makin eksis.

Takut Keluar Rumah, Minat Belanja Online Meningkat di Tengah Pandemi

Bijak Dalam Berbelanja Online

 

Seperti yang telah diketahu, para e-commerece ataupun inline shop biasanya menyediakan berbagai macam produk yang dibutuhkan oleh masyarakat. Terutama dalam kondisi pandemic ini,  mulai dari kebutuhan rumah tangga, elektronik, pakaian, dan lain-lain berusaha untuk dipenuhi.

Belanja melalui marketplace online juga memberikan berbagai macam kemudahan kepada konsumen, antara lain memberikan promosi dalam bentuk diskon, cashback, serta bonus-bonus lainnya.

Promosi yang diberikan oleh marketplace tersebut tentu menarik minat konsumen untuk berbelanja secara online. Selain dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan mudah dan cepat, orang-orang tidak  pergi keluar rumah namun barang akan  tiba dengan aman dan terjamin, aturan dari pemerintah tetap terpatuhi.

Semenjak diberlakukan imbauan  untuk berdiam diri dirumah memang  menimbulkan terjadinya peningkatan penjualan yang signifikan pada berbagai online shop.

“Saat ini, permintaan produk yang dicri oleh konsumen bergeser dari keinginan (wants) menjadi kebutuhan (needs),” ujar Chief of Customer Experience Lazada Indonesia Ferry Kusnowo di Jakarta, Selasa.

Disampaikan pula oleh Ferry bahwa lonjakan pembelian paling terlihat dalam kategori kebutuhan rumah tangga, seperti sabun cuci piring dan tisu. Selain itu, para konsumen juga memburu produk kesehatan dan kebersihan seperti vitamin, antiseptic, masker, dan hand sanitizer.

Akan tetapi dibalik semua kemudahan dan keuntungan yang didapat konsumen, ada pula sisi buruknya. Salah satunya adalah muncul perilaku konsumtif dari masyarakat.

Pasalnya, ketika orang berada dirumah tentunya akan memiliki banyak waktu luang dan hal tersebut mendorong untuk membuka online shop dan secara tidak sadar berbelanja secara berlebih tanpa melihat kebutuhan yang diperlukan karena melihat berbagai promo yang ditawarkan. Padahal belum tentu pada saat itu barang tersebut dibutuhkan

Perlu diketahi, perilaku konsumtif adalah sebuah kecenderungan manusia untuk melakukan konsumsi tiada batas, membeli sesuatu yang berlebihan atau tidak terencana. Praktiknya orang yang berperilaku konsumtif ini membeli barang tidak didasarkan pada kebutuhan, melainkan didorong oleh hasrat dan keinginan.

Maka dari itu, dalam menyikapi promosi yang dilakukan online shop sebagai konsumen haruslah bersikap bijaksana dalam berbelanja sehingga tidak menimbulkan perilaku konsumtif.

Leave a Reply